Mudah-mudahan Anda Tabah Menghadapinya
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pak Untung adalah seorang yang ulet dan pekerja keras. Dia lahir dalam keluarga yang amat sederhana, sehingga sebelum dia sempat menamatkan sekolah di SMA, dia sudah harus bekerja membantu kedua orangtuanya. Berkat kepiawaian, keuletan, dan kejujurannya dia berhasil mempunyai sebuah warung ‘serba ada’ di sebuah kota besar. Suatu hari seorang pencuri berhasil masuk ke rumahnya dan membawa pulang sejumlah barang berharga seperti hp, komputer, uang, perhiasan, televisi. Tidak lama berselang dia dirampok saat akan meninggalkan bank. Dia mengambil uang dalam jumlah yang cukup besar, dan dia juga mengalami luka-luka akibat sambetan clurit perampok. Dua minggu setelah dia keluar dari rumah sakit, anak sulungnya jatuh dari motor karena ikut kebut-kebutan dengan temannya.
Kerabat, sahabat, dan kenalan pak Untung datang menengoknya setiap kali dia mengalami cobaan. Banyak di antara mereka yang menghibur dan membesarkan hati pak Untung, mendoakannya agar pak Untung dan keluarga tabah dalam menghadapi cobaan.
Memang biasanya kita beranggapan bahwa mereka yang mengalami kecelakaan, ketidakberuntungan, sakit, jatuh miskin, kematian orang yang dicintai, ditipu, kehilangan harta benda, dan berbagai kesedihan lain sebagai sedang mengalami cobaan. Apakah Anda sependapat?
Bagaimana dengan orang-orang yang sedang ‘naik daun’, seperti usaha berhasil, memperoleh rezeki ‘nomplok’, karier terus menanjak, berhasil dalam sekolah, pindah ke rumah baru yang lebih besar, dan mengalami banyak keberhasilan lain? Apakah mereka memperoleh berkah atau sedang diberi cobaan?
Saya berpendapat bahwa mereka juga sedang dicobai. Apakah mereka tetap berada di jalan yang lurus, tidak korupsi, bersikap adil ketika diizinkan untuk menjadi penguasa? Apakah mereka tidak menjadi sombong ketika pengetahuannya ditambah, ketika menjadi juara dalam perlombaan, ketika disanjung-sanjung oleh banyak orang? Apakah mereka tidak menjadi serakah bila diberi rezeki berlimpah? Apakah mereka tidak akan merendahkan orang lain bila menjadi orang terkenal? Apakah mereka masih mau bermurah hati, menolong mereka yang berkekurangan, berbagi rezeki, jujur, bila harta mereka semakin banyak?
Mungkin, cobaan dari Sang Maha Pencipta dengan memberikan ‘kelimpahan duniawi’ sebenarnya lebih berat dan membuat banyak orang yang ‘tergelincir’ dan ‘tidak lulus ujian’ dibandingkan dengan cobaan berupa musibah.
Semoga bermanfaat.
Salam,
Alexander Sindoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar