Menggali kepemimpinan asli di Indonesia. Bisa kita lihat dalam lakon wayang: Wahyu Makutha Rama.
Diceritakan siapa saja yang ingin menjadi raja di raja, harus menjalani laku (tapa dan mencari)untuk mendapatkan Wahyu Makutha Rama yang berisi ajaran Hasta Brata.
Akhir cerita: Arjuna yg mendapatkan Wahyu tersebut dan anaknya Parikesit yang menjadi raja berikutnya.
Hasta berarti 8, Brata berarti sikap atau laku. Hasta Brata ini adalah quality of leadership yang di gali dari budaya Indonesia dan asli Indonesia.
Cara mencarinya adalah dari fenomena alam, karena memang hukum manusia itu adalah nature (alam). Kita harus belajar dari alam, jagat kecil yaitu diri kita ini dikaitkan dengan jagat gede yaitu jagat raya. Kita pribadi selalu dilihat dengan konteks jagat yang lebih besar . Kita belajar dari konteks yang lebih besar itu.
Hasta Brata adalah ajaran tentang kepemimpinan, siapa pun adalah pemimpin, apalagi kalau memegang jabatan yang tinggi. Sebagai pemimpin maka setiap orang harus mengerti bagaimana bersikap sebagai pemimpin yang baik.
Secara singkat isi Hasta Brata itu adalah:
1. Surya yaitu matahari.
Matahari memancarkan sinar terang sebagai sumber kehidupan yang membuat semua makhluk tumbuh dan berkembang. Seorang pemimpin hendaknya mampu menumbuhkembangkan daya hidup rakyatnya untuk membangun bangsa dan negara, dengan memberikan bekal hadir dan batin untuk dapat berkarya.
(empowering)
2. Candra yaitu bulan.
Bulan memancarkan sinar kegelapan malam. Cahaya bulan yang lembut mampu menumbuhkan semangat dan harapan-harapan yang indah. Seorang pemimpin hendaknya mampu memberikan dorongan atau motivasi untuk membangkitkan semangat rakyatnya, dalam suasana suka dan duka.
(Encouraging)
3.Kartika yaitu bintang.
Bintang memancarkan sinar indah kemilauan, mempunyai tempat yang tepat di langit hingga dapat menjadi pedoman arah. Seorang pemimpin hendaknya menjadi teladan, untuk membuat kebaikan. Tidak ragu menjalankan keputusan yang disepakati, serta tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang akan menyesatkan.
(Inspiring)
4.Angkasa yaitu langit.
Langit itu luas tak terbatas, hingga mampu menampung apa saja yang datang padanya. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat, higga dengan sabar mampu menampung pendapat rakyatnya yang bermacam-macam.
5.Maruta yaitu angin.
Angin selalu ada di mana-mana, tanpa membedakan tempat serta selalu mengisi semua ruang yang kosong. Seorang pemimpin hendaknya selalu dekat dengan rakyat, tanpa membedakan derajat da martabatnya, bisa mengetahui keadaan dan keinginan rakyatnya. Mampu memahami dan menyerap aspirasi.
(Participative)
` 6.Samodra yaitu laut /air.
Laut, betapapun luasnya, senantiasa mempunyai permukaan yang rata dan bersifat sejuk menyegarkan. Seorang pemimipin hendaknya menempatkan semua orang pada derajat dan martabat yang sama, sehingga dapat berlaku adil, bijaksana, dan penuh kasih sayang terhadap rakyatnya.
(Value: team playership, service-mindedness)
7.Dahana yaitu api.
Api mempunyai kemampuan untuk membakar habis dan menghancurleburkan segala sesuatu yang bersentuhan dengannya. Seorang pemimpin hendaknya berwibawa dan berani menegakkan kebenaran dan keadilan secara tegas dan tuntas tanpa pandang bulu.
(Decisiveness)
8.Bumi yaitu bumi / tanah.
Bumi mempunyai sifat kuat dan murah hati. Selalu memberi hasil kepada siapapun yang mengolah dan memeliharanya dengan tekun. Seorang pemimpin hedaknya berwatak sentosa, teguh dan murah hati, suka beramal dan senantiasa berusaha untuk tidak mengecewakan kepercayaan rakyatnya.
(process driven-performance oriented)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar