Minggu, 19 Juni 2016

3 Roti & 3 Nasehat

Cerita dr China jaman dahulu kala : Share TIGA  ROTI  & TIGA NASIHAT..
(Sangat Bagus Sekali..)

Seorang pekerja setelah bekerja selama 20 tahun di kota, saatnya pensiun dan pulang kampung, lalu bertemulah dia dengan bosnya.

-  Bos  : " kamu sudah kerja disini 20 tahun dengan baik, sekarang saya tanya kamu mau uang pensiun 20 tahun atau 3 nasihat saya? "
Pekerja pikir sejenak lalu memilih meminta 3 nasihat bosnya.

🌟 Nasihat ke pertama  Jangan pernah mau cari jalan pintas, tidak ada yg mudah dan gratis di dunia ini, lakukan sesuatu step by step dengan mantap dan mandiri.

🌟 Nasihat ke 2. Terhadap sesuatu hal yg tidak baik, jangan menaruh rasa ingin tahu yg mendalam, hal itu bisa merengut nyawamu.

🌟 Nasihat ke 3. jangan melakukan putusan apapun saat sedang emosi, hal tersebut akan membuat kamu menyesal seumur hidup. lalu Bos kasih dia sedikit duit jalan dan 3 buah Roti dan berpesan : 

🌸 roti yg paling besar dimakan dengan keluarga saat sampai di rumah.

Besoknya si Pekerja pamit dan mulai perjalanan pulang ke kampung halamannya. sampai disalah satu kampung dia bertanya jalan mana paling dekat ke kampungnya. 
A menjawab : jalan kecil lebih dekat.
B menjawab : Jalan besar lebih aman.

Karena ingin cepat sampai di rumah lalu dia memilih jalan kecil, jalan setengah ketemu orang yg balik arah, di jalan kecil banyak perampok, lalu diapun ingat nasihat bosnya, dan balik lagi lewat jalan besar, saking laparnya dia pun melahap roti ke 1 yang diberi bosnya.

karena sudah malam maka diapun menginap di Losmen, malam harinya dia mendengar suara seorang wanita menangis, namun dia ingat nasihat ke 2 dari bosnya, maka diapun mengurungkan niatnya keluar melihat , dan makan roti ke 2 di kamar.

Besok pagi saat dia bangun,orang kampung heran dan bertanya kepadanya : " kok kamu masih hidup ? semalam ada seorang wanita gila menangis memancing tamu keluar lalu membunuhnya . syukur kamu tidak keluar".

Setelah sampai di rumah sudah malam hari, diapun diam diam mau memberikan kejutan kepada Istrinya, lalu dia masuk ke kamar, alangkah terkejutnya dia melihat seorang lalaki tidur dengan istrinya. emosinya meluap lalu mengambil parang hendak membunuh lelaki tersebut, namun dia mengingat nasihat ke3  bosnya, dia lalu mengurungkan niatnya, dan tidur di luar.

Keesokan harinya istrinya bangun menemukan suaminya tidur diluar, alangkah senangnya dan memanggil pria yang menemaninya tidur selama suaminya tidak ada di rumah : " xiao qiang, xiao qiang, mari sini papa kamu pulang ". Alangkah terkejutnya ternyata anak lelaki tersebut ternyata adalah anak kandung sendiri, 

Istrinya berkata : " Saat kamu berangkat saya sudah hamil. selama ini tidak bisa menghubungi mu" Lalu dipeluklah anak bujangnya dengan haru dan meneteskan air mata, karena hampir saja dia membunuh anaknya sendiri jika tidak mengingat nasihat bosnya.

Sambil cerita panjang lebar tentang pengalaman dia dan 3 nasihat bosnya, dia pun ingat roti besar untuk makan di rumah, setelah dibuka ternyata didalamnya terselip uang pensiun dia selama 20 tahun dia bekerja, Akhir cerita keluarga mereka hidup berbahagia. 🌹

Dibalik cerita ini ada pesan yang harus kita ingat selalu " Hati Hati Di Dalam mengambil Keputusan.

Memaafkan

MEMAAFKAN

Saat Abraham Lincoln (1809-1865) masih pengacara muda, ia sering berkonsultasi dengan pengacara lain tentang kasusnya. Suatu hari, ia duduk di ruang tunggu untuk menjumpai seorang pengacara senior. Tapi ketika tiba waktunya, pengacara itu hanya melihat Lincoln sekilas dan berteriak, “Apa yang dia lakukan di sini? Singkirkan dia! Aku tidak akan berurusan dengan seekor monyet kaku!”

Lincoln berpura-pura tidak mendengar, walaupun dia tahu kalau hinaan itu disengaja. Biarpun malu, dia tetap bersikap tenang. Kemudian ketika pengadilan berlangsung, Lincoln diabaikan. Namun pengacara yang telah menghina Lincoln dengan begitu kejamnya, ternyata bisa membela kliennya dengan brillian. Penanganannya atas kasus itu membuat Lincoln terpesona. Katanya dalam hati, “Nalarnya sangat bagus. Argumennya tepat dan sangat lengkap. Begitu tertata serta benar-benar dipersiapkan! Aku akan pulang dan lebih giat belajar hukum lagi.”

Waktu berlalu…

Lincoln menjadi presiden Amerika Serikat pada bulan Maret 1861. Di antara kritikus utamanya, terdapat Edwin M. Stanton, pengacara yang pernah menghinanya dan melukai hatinya begitu dalam. Namun Lincoln mengangkatnya di posisi penting sebagai Sekretaris Perang. Ia tidak pernah lupa bahwa Stanton adalah pengacara berotak cerdas, yang amat dibutuhkan negaranya.

Saat Lincoln meninggal, Stanton berkata, “Dia merupakan mutiara milik peradaban.”

πŸ’Hanya seseorang yang berkarakter dan mau memaafkan seperti Lincoln, dapat bangkit & berhasil di atas penghinaan! Maka, jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak. Pilih untuk tetap berbuat baik dan belajarlah memafkan. Jadikan “sampah” sebagai “pupuk” atau “bahan bakar” untuk maju—baik di lingkungan keluarga, kerja, atau tempat tinggal kita.πŸ’



Daewoo's Channel
https://telegram.me/DaewooChannel