Senin, 04 Maret 2013

Atlit Tertua Di Olimpiade London 2012

ATLIT TERTUA DI OLIMPIADE LONDON 2012:


Atlet berkuda Jepang, Hiroshi Hoketsu, merupakan atlet tertua yang berlaga di Olimpiade 2012 di London dengan usia 71 tahun.

Keberadaannya di pentas olahraga paling bergengsi di dunia merupakan hasil dari pengorbanan yang luar biasa. Pengorbanan Hoketsu menjadi semakin istimewa mengingat lelaki seusianya biasanya tengah menikmati masa pensiunnya.

"Saya tak bisa bertemu istri saya, Motoko, selama lebih dari setahun," kata Hoketsu yang harus tinggal dan berlatih bersama kudanya, Whisper, di Aachen, Jerman sebagai persiapan untuk Olimpiade kali ini.

"Sulit untuk tinggal jauh dari rumah selama itu sebagai orang yang sudah tua dan saya berutang segalanya kepada istri saya atas kesabaran dan pengertiannya.”

Ini merupakan keikutsertaan Hoketsu yang ketiga di Olimpiade. Menariknya, penampilan pertamanya pada pesta olahraga sedunia ini dibuat pada 1964 di Tokyo di mana ia finis di posisi ke-40 pada nomor halang rintang.

Meski terus bangun pada pukul 5 setiap pagi untuk menunggang kuda, Hoketsu memutuskan berhenti bertanding dan menjadi pengusaha internasional yang sukses di bidang farmasi.

Setelah pensiun, Hoketsu merasakan kembali gairahnya untuk bertanding dan memilih nomor keserasian atas desakan istrinya dan ia berhasil lolos ke Olimpiade di Beijing empat tahun silam.

Hoketsu merupakan atlet Olimpiade tertua dalam 92 tahun terakhir sejak petembak asal Swedia, Oscar Swahn, yang meraih medali perunggu pada 72 tahun di Antwerp, Belgia pada 1920.

Hoketsu bisa memecahkan rekor itu jika ia kembali tampil di Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016. "Istri saya menginginkan ini menjadi tahun terakhir saya dalam kompetisi dan mungkin itu yang terjadi," kata Hoketsu. "Tapi, saya masih merasa keahlian saya menunggang kuda semakin meningkat sedikit demi sedikit. Itulah motivasi saya. Saya menunggang dengan lebih baik pada usia 70 tahun daripada saat masih 40 tahun."

"TUA ADALAH PERSEPSI. Selama ada semangat, usia tidak menjadi penghalang utk berprestasi!"

Best regards,


Anthony Dio Martin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar