Kisah Empat Apel!
Seorang anak ditanya gurunya, “Kalau saya kasih kamu sebuah apel, lalu saya kasih satu lagi dan kemudian saya kasih kamu satu lagi. Berapa apelmu sekarang?”
Si Jenny menjawab, “Empat!”. Murid yang lain menertawakannya.
Lho, “Kok bisa. Saya ulangi lagi, saya kasih kamu satu apel, trus saya kasihkan satu, lalu kemudian ditambahkan satu lagi. Jadi berapa?”
Si Jenny masih berteriak, “Empat!”
Bodohnya anak ini, pikir gurunya. Lantas, si guru mendapat ide lain untuk menerangkan.
“Gini deh, Jenny. Saya pakai contoh yang mudah. Di tangan Pak guru ada buah strawberry. Nah, bapak kasih satu, lalu kasih satu, lantas dikasih satu lagi. Berapa jumlahnya?”
“Tiga!”
“Pinter! Nah sekarang saya kasih apel satu, lalu dikasih apel lagi lalu dikasih lagi sebuah apel. Berapa dong jumlahnya?”
“Empat!”
“Lha kok bisa?”
“Soalnya, di tas saya sudah ada satu apel, Pak!”
Hmmm, yang bodoh siapa, gurunya atau muridnya?
Jangan cepat menyimpulkan, sebelum engkau mencari tahu apa yang ada di dalam pikiran sesekarang.
@anthony_dmartin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar