Minggu, 05 Oktober 2014

Kebenaran

Kebenaran - Truth

Secara umum ada 4 (empat) jenis kebenaran, yaitu
1. Fact-based truth (fakta yang jelas bisa dilihat dan dinalar dan sering juga disebut scientific-based truth),
2. Perception-based truth (berdasarkan persepsi semata),
3. Faith (fakta yang diterima begitu saja sebagai sebuah doktrin tanpa perlu dibuktikan) 4. Absolute-truth (kebenaran mutlak).

Fact-based truth misalnya : air mengalir begitu saja (tanpa ada tenaga dorongan) dari tempat tinggi ke tempat yang rendah .. matahari kalau bersinar terik akan terasa panas .. dsb.
Semua berdasarkan fakta ilmiah yang jelas. Tetapi perlu diingat bahwa scientific-based truth itu sifatnya relatif, karena adanya keterbatasan nalar manusia. Misalnya kasus planet Pluto. Dulu para ilmuwan sepakat bahwa Pluto adalah planet yang merupakan bagian dari tata surya. Tetapi belakangan ternyata bukan, dan “truth” itu pun direvisi.

Perception-based truth misalnya : orang sumatera kalau ngomong keras-keras, maka mereka pasti kasar … jangan menikah dengan pria/wanita suku X karena perilaku mereka bla bla bla …
(ini hanyalah persepsi , tanpa ada pembuktian yang jelas, entah dari mana kesimpulan itu, jangan-jangan dengan sedikit sampel kita sudah melakukan generalisasi)

Sedangkan Faith sering juga disebut keimanan, sesuatu yg diyakini benar tanpa ada pembuktian apapun, karena memang tidak bisa dibuktikan, tetapi diterima saja.
Misalnya : keyakinan bahwa hari akhirat itu ada (ada yang bisa membuktikan?).
Mengapa orang Islam yakin dengan kebenaran cara beriba dah mereka? Sementara agama lain juga yakin dengan cara ibadah mereka yg benar. Jadi mana yang benar? Tak usah diperdebatkan lah. Jika anda yakin itu benar, terima saja.

Umumnya konstruksi sosial pada masyarakat seperti kehidupan ekonomi, hukum, sosial budaya, politik, dan sebagainya, dilakukan berdasar kan perception-based truth dan faith, sedangkan fact-based truth lebih banyak diperguna kan untuk hal-hal yang sifat nya scientific atau ilmu pengeta huan dan teknologi.

Absolute-truth adalah suatu kebenaran mutlak, pasti benar, yang berasal dari ALLAH, yang tidak bisa dinalar oleh manusia sepenuhnya karena keterbatas an ilmu manusia, Artinya ini di luar jangkauan manusia. Manusia hanya bisa menalar sebagian kecil dari absolute-truth, yaitu fact-based truth, dan hanya bisa memperkirakan atau mempersepsikan suatu kebenaran, yaitu perception-based truth (termasuk juga faith). Tapi mana yang sesungguhnya kebenaran mutlak Sang pencipta?
Wallahu alam.

Fact-based truth bisa diterima dengan mudah oleh setiap org, tetapi perception-based truth dan faith berpotensi menimbul kan perbedaan pendapat, debat, dan bahkan konflik.

Nah, sampaikanlah kebenaran itu walaupun pahit ..
tetapi masalahnya adalah, kebenaran yang mana??
perlu sikap bijak dalam hal ini

Yang gawat adalah, ada orang yang mengungkapkan perceptional truth, tetapi dia mengang gap itu adalah absolute truth .. Nah, susah kan?
Dan lebih runyam lagi bila setelah itu dia memaksakan pendapatnya kepada orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar