Minggu, 05 Oktober 2014

Antri

FYI.....

📚✨ Seorang guru di Australia pernah berkata: “Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai MATEMATIKA. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai MENGANTRI.

😱✨ Sewaktu ditanya: "Mengapa?

Karena yang terjadi di negara Indonesia justru sebaliknya!

✏ ”Inilah jawabannya:
💥 1. Karena hanya perlu waktu 3 bulan secara intensif untuk melatih anak bisa matematika. Sementara perlu waktu 12 tahun atau lebih u/ melatih anak agar bisa mengantri dgn baik & benar;2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika, kecuali TAMBAH, KALI, KURANG dan BAGI.
💥 3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari siswa yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan matematika. Sementara. SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan "Etika Moral" & Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

🚕🚗🚙 “Memang ada pelajaran berharga dari MENGANTRI?”

“Ya! Banyak sekali pelajaran berharganya, yakni :
💎✨ 1. Anak belajar manajemen waktu. Jika ingin mengantri paling depan, harus datang lebih awal dan itu butuh persiapan lebih awal;
💎✨  2. Anak belajar bersabar.
Menunggu giliran tiba, terutama jika ia di antrian paling belakang;
💎✨ 3. Anak belajar menghormati hak orang lain.
Yang datang lebih awal dapat giliran lebih dulu dan tidak merasa dirinya yang paling penting;
💎✨ 4. Anak belajar berdisiplin.
Aturan mengantri adalah tidak menyerobot dan itu berarti tidak mengambil hak orang lain;
💎✨ 5. Anak belajar kreatif.
Untuk mengatasi kebosanan saat mengantri merangsang berpikir untuk melakukan suatu aktivitas (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri);
💎✨ 6. Anak bisa belajar bersosialisasi. Menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian;
💎✨ 7. Anak belajar tabah.
Menjalani proses dalam mencapai tujuannya, sehingga tidak melegalkan cara-cara kotor dalam mencapai tujuan.                                            
A.n.t.r.i. - ternyata dalam maknanya
“KESUKSESAN"

Sukses itu sederhana, sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya, sukses itu tidak serumit / serahasia seperti kata Kiyosaki / Tung Desem Waringin / the Secret.
Sukses itu tidak perlu dikejar.
SUKSES adalah ANDA!
Karena kesuksesan terbesar ada
pada diri Anda sendiri.

Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati sampai studi S1, di saat yg sama setiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar biaya sekolah, itulah sukses Anda.

Ketika Anda bisa bekerja di
perusahaan, di saat yang sama 46 juta orang menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda

Ketika Anda masih bisa makan 3x sehari, di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan Anda.

Sukses terjadi setiap hari, namun Anda tidak pernah menyadarinya.

Sukses selalu dibiaskan oleh
penulis buku laris supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller, dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit & sukar didapatkan..

Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah,mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/ helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump & resort mewah di Karibia... Atau suami ganteng, keren   Ơ̴͡.̮ >̴̴̴̴̴͡

Sukses sejati adalah:
"Hidup dengan Penuh Syukur" :)

Nasehat hidup sejahtera versi matematika:
Dosa jgn di (+ )
Amal jgn di ( - )
Cinta jgn di ( : )
Hidup hanya 1 ( x )

Gugur bunga krn Layu
Gugur iman krn Nafsu
Gugur cinta krn Cemburu.

Tertawa krn bahagia
Menangis krn derita
Bertobat krn dosa, beribadah karena takwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar