Rabu, 05 November 2014

Anak Papua

Ada seorang anak Papua, usia 10 tahun, namanya
Johannes Goram.
Suatu hari, Goram lari lari
menemui Pak Purwadi.
Goram meminta Pak Purwadi utk mengobati anjingnya yang sekarat.
Pak Pur tersenyum dan
mengiyakan. Mereka berdua menuju rumah Goram.
Melihat anjing tsb sekarat, Pak Pur yang memang asli Bantul itu menempelkan telapak tangannya ke jidat anjing dan berkata dlm bhs Jawa..
"Su... Asu..., nek kowe arep mati yo mati yo..., nek arep urip yo ndang waras o ..."
Goram yang tdk bisa bhs jawa berpikir, Pak Pur menggunakan bahasa Latin
(diam2 Goram menghafalkan kata2 yg dia kira mantra/Do'a itu).
Setelah itu pak Pur langsung
pulang.
Beberapa hari kemudian, Goram lari2 ke rmh pak Pur bermaksud melaporkan kalau
anjingnya sudah sembuh.
Namun ternyata Pak Purwadi
sedang sakit. Goram terkejut ... langsung menuju ke kamar Pak Pur dan menempelkan telapak tangannya ke jidat pak Pur.
Selanjutnya Goram membaca
mantra:
"Su... Asu..., nek kowe arep mati yo mati yo.., nek arep urip yo ndang waras o... "
Pak Purwadi kaget dan tertawa ... langsung sembuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar