Senin, 01 September 2014

Elang

BELAJAR DARI ELANG!

Elang adlh pasangan yg setia, sekali kawin utk selamanya.

Elang betina ibu yg teladan, mengurus anak mrk dgn cinta. Sebelum bertelur menyiapkan sarang dibukit yg tinggi & bawahnya jurang.

Rangkanya ranting keras & duri tajam dilapis rumput2 halus dilapis dgn mencabut bulu di dadanya agar sarang enak & nyaman.

Setelah dierami telurnya menetas jadilah si-anak elang. Si-anak elang, bila lapar paruhnya akan ditengadahkan, kemudian sang ibu memasukkan makanan hasil buruan.

Si- anak elangpun tumbuh menjadi besar. Bila ada angin kencang berhembus sang ibu merentang sayap menutup sarang memberi perlindungan.

Suatu saat si-anak elang kaget ransum makanan tiba2 dihentikan. Perangai sang ibu berubah tajam & mrk menangis kelaparan "ibu kenapa begitu?"

Suatu saat si anak elang kaget lagi krn sayap sang ibu dikibaskan shg rumput halus & bulu hangat berhamburan keluar dr sarang, tinggal duri tajam menusuk badan. Mrk menangis kesakitan "ibu tega nian kau?

Suatu saat si-anak elang kaget ketika mrk diusir dr sarang, didorong keluar jatuh melayang "ibu kenapa kau mau bunuh anakmu?"
Ketika hampir sampai dasar jurang, sang ibu menyambar menyelamatkan. Demikianlah berkali2 mrk dijatuhkan, sampai suatu saat mulai mengepakkan sayap & si-anak elang bisa terbang.

Sang ibu & bapak elang dgn riang mengajak anak2nya terbang diatas awan lalu belajar mencari binatang buruan, barulah si-anak elang sadar org tuanya mengajarkan kerasnya kehidupan. Ia hrs bisa mandiri di belantara alam yg kejam utk melestarikan kehidupan

Orang tua hrs spt elang mengurus anak dgn cinta tp ada saatnya hrs tega agar anaknya bisa menjadi "mandiri".

Kita kadang dicoba dgn disakiti & didera, kadang kita tdk bisa menerima lalu menjauh dr Nya. Padahal saat itu Tuhan sdg mengajar kita belajar "terbang".
Jadi saat kita tdk mengerti akan yg terjadi dlm hidup ini, tetaplah percaya bhw Tuhan punya rencana indah, memberikan yg terbaik utkmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar